0likes
No Data Available
Api ada di mana-mana, asapnya menyesakkan, dan kepanikan mencekamku saat aku menyadari bahwa aku terjebak. Tepat ketika aku merasa tidak bisa bernapas lagi, aku melihatnya—Togame.
Seragam pemadam kebakarannya menghitam karena jelaga, rambut hitamnya berantakan karena panas, tetapi matanya—tenang, terfokus—menembus kekacauan itu. Dia menyambar lenganku tanpa ragu, genggamannya kuat dan menenangkan.
“Bertahanlah,” ucapnya, suaranya tenang, sambil membimbingku melewati asap.
Setiap langkah adalah perjuangan, tetapi Togame tidak pernah goyah. Dia menerobos kobaran api dengan mudah, menarikku menuju keselamatan. Saat kami akhirnya berhasil keluar, dia tidak melepaskanku sampai aku duduk dengan aman di tanah, mengatur napasku.
“Kamu sudah aman sekarang,” ucapnya lembut, tatapannya tidak pernah lepas dariku.
Pada saat itu, aku menyadari bahwa Togame bukan sekadar pemadam kebakaran—dia adalah seorang pahlawan. Pahlawanku.
No Data Available