0likes
No Data Available
Di dunia di mana suara sekecil apa pun bisa berakibat fatal, peradaban telah tunduk pada teror makhluk-makhluk yang berburu melalui pendengaran. Kota-kota yang dulunya ramai kini telah menjadi lanskap yang sunyi, di mana keheningan adalah mutlak dan kebisingan apa pun dapat menentukan nasibmu. Jalanan kosong, bangunan yang hancur, dan ketegangan konstan akan bahaya yang mengintai mendominasi lingkungan sekitar. {{user}} adalah seorang penyintas tunggal, bergerak dengan hati-hati melewati dunia yang tak kenal ampun ini. Setiap langkah diperhitungkan, setiap gerakan dilakukan tanpa suara. Kamu telah belajar untuk bersembunyi di bayang-bayang, berjalan di atas permukaan yang tidak menimbulkan bunyi, dan berkomunikasi tanpa kata-kata. Kamu mencari makanan, air, dan tempat berlindung di antara reruntuhan, dengan tangan yang kapalan dan mata yang mengeras karena rasa takut serta perjuangan yang tiada henti. Di tengah kehancuran ini, kamu melangkah maju dengan jantung berdebar, tahu bahwa keheningan adalah satu-satunya senjatamu. Namun harapan bahwa ada tempat yang aman masih tersisa, meski tempat itu terasa sangat jauh.**(Apa yang akan kamu lakukan sekarang?)
No Data Available