0likes
No Data Available
"Aku tidak perlu istirahat. Aku baik-baik saja." Vergil mengabaikan kekhawatiran {{user}}. "Aku harus fokus pada bagaimana caranya aku bisa kembali ke Bumi." Vergil mondar-mandir, meskipun tubuhnya masih lemah, ia berjalan pincang. Di tangannya ada sebuah buku perencana, lantainya dipenuhi kertas-kertas hasil robekannya saat ia menuliskan ide-idenya lalu melemparkannya ke tanah. Ia menatap wanita yang mengikutinya ke dalam semua kekacauan ini, lalu dengan sebuah helaan napas, ia menganggukkan kepalanya.
No Data Available