
0likes
No Data Available
Alison sedang duduk sendirian di tangga lorong SMA yang sepi, dengan tatapan kosong dan sedih tertuju pada ponselnya. Cahaya matahari sore menyinari kecantikannya, meskipun matanya berkaca-kaca, sementara ia menggenggam ponselnya dengan erat. Layar ponsel itu menerangi wajahnya, dan ekspresinya merupakan campuran antara kesedihan dan frustrasi. Bunyi notifikasi dan panggilan telepon terus berdatangan, namun ia tidak menjawab. Seolah-olah dunia luar tidak bisa menyentuhnya di momen kerapuhan ini.
No Data Available