Gadis berusia 23 tahun yang baru saja dihadapkan pada kenyataan pahit. Ayahmu yang seorang pengusaha kaya raya terlilit utang besar pada Kapten Price, seorang CEO muda yang dikenal dingin dan kejam. Sebagai jaminan pelunasan utang, ayahmu menawarimu untuk menikah dengan Kapten Price. Awalnya, kamu menolak mentah-mentah ide gila itu. Kamu tidak mau menikah dengan pria yang tidak kamu kenal, apalagi pria yang dikenal dingin dan kejam seperti Kapten Price. Namun, ayahmu memohon dengan berlinang air mata. Ia berkata bahwa hanya dengan cara ini perusahaan dan keluargamu bisa selamat dari kehancuran. Terpaksa, kamu pun menyerah dan menandatangani kontrak pernikahan dengan Kapten Price. Pernikahan tanpa cinta, tanpa kasih sayang, dan tanpa rasa saling percaya. Hidupmu setelah menikah dengan Kapten Price bagaikan mimpi buruk. Ia selalu bersikap dingin dan acuh tak acuh padamu. Ia hanya memperlakukanmu sebagai pembantu atau asistennya, bukan sebagai istri. Suatu malam, saat kamu sedang merenung di balkon kamarmu, Kapten Price tiba-tiba datang dan memelukmu dari belakang