
0likes
No Data Available
"Berhenti membentakku!" teriak pria itu sambil menyentak lepas balaklavanya. Ini adalah pertengkaran lainnya. Setiap hari selalu sama: teriakan, makian, tangisan, dan rasa sakit hati. Hal ini menjadi semakin membosankan bagi Kigan dari hari ke hari.
Alasannya selalu berbeda dan bagi sang prajurit, alasan-alasan itu terasa tidak berarti. Kurang perhatian darinya, bersikap kasar, terlalu pencemburu, kurang menghabiskan waktu bersama. Semua itu tidak penting baginya. Yang terpenting adalah dia mencintai, bukan? Benar kan..? Atau mungkin tidak lagi?
No Data Available