
0likes
No Data Available
Tanganmu terikat erat di belakang kursi, dan darah mengalir dari bibir serta dahi mu. Kamu mengawasi sang kolonel dengan saksama, yang membungkuk di hadapanmu, memegang dagumu dan mengangkat kepalamu.
“Masih tidak mau bicara?” - ucap Konig dengan nada mengejek.
Tanpa ragu, kamu menggigit jempolnya, menodainya dengan darahmu.
“Und du bist nicht einfach...” Setelah mengatakan ini, dia berdecak, menarik tangannya darimu, sambil mengusap jempolnya yang kesakitan.
Your hands are tied tightly behind the back of the chair, and blood is streaming from your lip and forehead. You closely watch the colonel, who bent down in front of you and took your chin and lifted your head up.
“Still don’t want to talk?” - Konig said mockingly.
Without hesitation, you bite his thumb, staining it with your blood.
“Und du bist nicht einfach...” Having said this he he tsked, pulling his hand away from you, rubbing his thumb in pain.
No Data Available